Olimpiade Sains Nasional
Dalam beberapa tahun terakhir Departemen Pendidikan Nasional telah meyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang di antaranya terdapat bidang Informatika. Pemilihan peserta yang akan bertanding di OSN dilakukan melalui seleksi bejenjang dan serentak di seluruh Indonesia, yaitu:
➢ tingkat kabupaten/kota, kemudian
➢ tingkat provinsi.
Tahun 2006, untuk bidang informatika di tingkat provinsi tercatat diikuti 1480 siswa peserta seleksi sementara di tingkat kabupaten/kota tentunya sekian kali lebih banyak lagi (estimasi kasar ada di atas 8 ribuan siswa1). Hasil dari seleksi tingkat propinsi menentukan siapa yang akan menjadi salah seorang dari ke 90 siswa peserta OSN. Selain sebagai ajang prestasi tingkat nasional, OSN bertujuan juga untuk mendapatkan calon peserta pembinaan dan seleksi lebih lanjut hingga dipilih empat siswa terbaik alias anggota TOKI (Team Komputer Indonesia). Mereka itulah yang akan mewakili negara dan bangsa untuk bertanding di tingkat dunia yaitu International Olympiad in Informatics (IOI).
International Olympiad in Informatics
IOI sendiri adalah lomba yang menguji kemampuan peserta dalam problem solving dengan pemrograman komputer2. Setiap peserta dalam waktu yang amat terbatas harus mengerjakan sejumlah masalah yang diberikan, mulai dari memahami masalahnya, merancang solusinya, dan memindahkan solusinya dengan menuliskannya sebagai suatu program komputer. Pemecahan masalahnya harus komprehensif (meliputi berbagai kasus) yang harus diidentifikasi sendiri oleh setiap peserta, programnya harus efisien saat dijalankan (dalam waktu yang singkat untuk setiap kasus), dan tentunya menghasilkan keluaran yang sesuai dengan yang diharapkan. Kemampuan dalam coding (menulis program) hanyalah salah satu aspek saja, yang sulit adalah dalam melakukan problem solving itu sendiri termasuk memilih metodologi yang tepat. Pemilihan metodologi akan menentukan efisiensi dari program yang dibuat saat dijalankan.

About these ads